Jatuh cinta ato Falling in love
Suatu keadaan yang bisa bikin gue sakit atau seneng
Sakit kalau jatuh dipermukaan yang keras (batu karang, beton, kapalselem, dll)
Atau seneng kalau jatuh dipermukaan yg empug (rumput ijo yang gemuk, kasur, atau pelukannya)
Lalu kenapa gue bisa jatuh cinta dalam tempo sesingkat-singkatnya kayak naskah proklamasi Indonesia?
Cepet banget kalau dalam hitungan ilmu logika kan.
Gak ada hitungannya dan juga tidak selalu 1+1=2 kan (minjem teori dia)
Jawabannya mungkin adalah:
Ya namanya juga jatuh..mestinya cepat dong
Dari titik gue terjun sampai ke suatu titik gravitasi atau tarik nya..yaitu kamu. Semakin deket jarak A dan B ya semakin gak kerasa kalau jauh. Tau tau udah sampe tanah aja kan.
-Teori gak mutu yelomelo.
Pasti deh selama perjalanan jatuh ada semua perasaan ngumpul macam acara 17 Agustusan di kampung.
Dari seneng-sedih, begah-nyaman, berbunga-kecewa, tegang (konak jg termasuk) nan gelisah (geli basah juga ada kayaknya), dan lain sebagainya.
Yang pasti gue gak bisa tau kalau bakal mendaratnya kayak bagaimana (maunya sih opsi B, empug nan bahagia).
Beda dengan melayang ato ngambang.
Itu rasanya aman dan menyenangkan mestinya kan.
Gak usah takut kalau jatuh bakalan mati ato hidup.
Kalau ada aral melintang di depan tinggal zig zag aja
Macam superman lah.
Pengen kayak dia juga kan lu pada?
But at the end of the day, even Superman needs to land somewhere.
No one can float or fly forever..not even superman.
Thats why superman falling for his center of gravity, the wonderwoman.
PS. even Superman curcol juga hehehe
Udah ah cape..mau kerja dulu.
yelomelo22, jakarta, 12jul2011
*just another morning thought after a cold shower based on love is just plain stupid**
**to be told later
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.