Cuman sedikit memoir gue aja,
Beberapa waktu lalu gue ahkirnya merasakan apa yang disebut jadi pelarian.
Awalnya sih seneng-seneng aja..sampai ahkirnya dia tersadar kalau hatinya gak bersama gue.
Itu rasanya senep juga sih.
Seperti kena pukul atau tendang di ulu hati (apalagi kalau pas gak siap) kalau udah ada yang pernah ngerasaiin, hehehe.
Mumpung inget gue mau memberikan salut gue buat mantan gue yang tetep bersama gue disaat dia bisa kabur dan berpikir bahwa dia hanya pelarian gue semata.
I am sorry if I screwed up your life dear.
Tapi percaya satu ya, bahwa gue juga pernah jatuh cinta sama elu dalam masa itu.
Hanya saja gue emang terlalu lamban dan buta untuk ngelihat semua hal baik dalam hidup gue.
Sekarang gue akan selalu mendoakan elu untuk mendapatkan pendamping yang jauh lebih baik dari gue :)
Dan untuk yang hatinya lari,
Udah mendingan balik ke mantannya aja. Perjuangin cinta kalian kalau emang banyak yang menentang atau rintangan.
Daripada nyakitin yang lain lagi dan (terutama) nyakitin diri sendiri.
Cukup sampe di gue aja kesedihan ini.
Now time for me to shut off this feeling and move on.
yelomelo22, Jakarta, 4Aug,2011
*after seeing too much information that could kill
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.